
“Industri konstruksi yang sehat hanya dapat berdiri kokoh bila ditopang oleh SDM yang kompeten dan profesional. Karena itu, pembangunan SDM konstruksi menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kementerian PU memberi perhatian besar pada pengembangan kapasitas insan konstruksi, baik melalui jalur pendidikan maupun pelatihan” ucap Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti dalam sambutannya pada acara Seminar Book Launching “Prospek Bisnis Konstruksi : Manajemen & Kepemimpinan” di Jakarta (23/9).
Sektor konstruksi Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan berlapis. Untuk menghadapinya, kita perlu melakukan lompatan strategis melalui pembangunan berkelanjutan sekaligus transformasi digital. Pembangunan berkelanjutan harus menjadi ruh dari setiap proyek infrastruktur.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media, diharapkan dapat membangun kolaborasi strategis yang mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Namun kolaborasi saja tidak cukup tanpa peran generasi muda. “Generasi Muda Indonesia adalah energi baru yang akan mendorong transformasi digital, mengembangkan konstruksi berkelanjutan, dan mengisi kepemimpinan teknis di masa depan.” ucap Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti.
Buku “Prospek Bisnis Konstruksi : Manajemen & Kepemimpinan” yang disusun oleh Prof. Manlian Ronald Adventus Simanjuntak secara umum berisikan biografi, refleksi dan rekam jejak pengalaman pelayanan penulis sebagai Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), serta mengulas perihal Konteks Manajemen dan Konteks Kepemimpinan yang dipelajari penulis dari berbagai referensi.
“Kehadiran buku tersebut menjadi kontribusi yang sangat berharga dalam peningkatan kolaborasi dan sinergitas antar stakeholder jasa konstruksi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam berinovasi di tengah dinamika perubahan yang semakin kompleks” ujar Diana Kusumastuti menutup sambutannya.
Turut Hadir dalam Seminar, Book Launching, Business Gathering, And Exhibition “Manajemen & Kepemimpinan Konstruksi” yaitu Gubernur Riau Abdul Wahid, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Taufik Widjoyono, serta beberapa Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Konstruksi, serta perwakilan Rektor Perguruan Tinggi yang diundang.



