
Jakarta – Dengan terbentuknya Susunan Pengurus LPJK TA 2025–2029 sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 123//KTPS/M/2026, diperlukan suatu proses transisi yang baik dan menjamin kontinuitas pelayanan kepada masyarakat jasa konstruksi. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi mengadakan Rapat Leveling Pemahaman Tugas, Fungsi dan Koordinasi Isu Strategis LPJK pada Selasa (7/4/2026) guna memastikan seluruh stakeholder berkoordinasi dengan pelaksanaan leveling pemahaman tusi dan isu strategis baik Direktorat dan LPJK, sehingga terbentuk komitmen dan sinergi bersama.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai penggerak utama pembangunan infrastruktur pada TA 2026 memperoleh alokasi dana sebesar Rp118,89 triliun. Jumlah anggaran yang besar ini perlu didukung oleh kapasitas sumber daya yang memadai, meliputi badan usaha jasa konstruksi yang andal, tenaga kerja yang kompeten, ketersediaan material dan peralatan konstruksi, serta penerapan teknologi yang tepat. Selain itu, kemampuan sumber daya tersebut juga harus didukung dengan tertib dalam penyelenggaraan konstruksi dan sistem informasi jasa konstruksi yang terintegrasi.
Untuk menghadapi berbagai isu strategis infrastruktur tersebut, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi memiliki beberapa program penting seperti pembinaan penyelenggaraan konstruksi, pengadaan barang dan jasa, dukungan pembinaan kompetensi dan produktivitas, serta percepatan pelatihan dan sertifikasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari pada Rapat Leveling Pemahaman Terkait Tugas, Fungsi Dan Koordinasi Isu Strategis LPJK (7/4/2026).
“Saya berharap momentum berkumpulnya kita hari ini dapat digunakan sebagai upaya leveling pemahaman terkait tugas dan fungsi masing-masing direktorat dan sekretariat dengan LPJK dan koordinasi pembahasan isu strategis yang menjadi katalis dalam memperkuat masyarakat konstruksi Indonesia melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. Semoga cita-cita luhur kita semua dalam membangun jasa konstruksi yang handal, kokoh dan berdaya saing demi kemajuan pembangunan infrastruktur di Indonesia”, ujar Dirjen Boby dalam pembukaan Rapat Leveling Pemahaman Tugas, Fungsi dan Koordinasi Isu Strategis LPJK.



