
JAKARTA – Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum menerima kunjungan dari Chief International Officer of Zotov LLP Dmitrii Belous pada Jumat (4/9) di Kantor Kementerian PU Jakarta. Tujuan kunjungan audiensi ini adalah pengenalan solusi digital konstruksi berbasis BIM yang dikembangkan Zotov sebagai perusahaan pengembang perangkat lunak (IT software developer).
Dalam pertemuan itu, Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi Disaintina Ari Nusanti menjelaskan bahwa penerapan BIM merupakan bagian dari prinsip infrastruktur cerdas dalam Rencana Strategis Kementerian PU 2025–2029. BIM sebagai salah satu bagian penting dari transformasi digital konstruksi, dimana implementasi BIM ke depan tidak cukup hanya menghasilkan model, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah yang nyata dalam pengendalian mutu, biaya, dan waktu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pengelolaan aset. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi terbuka dalam kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penerapan teknologi BIM di sektor konstruksi terutama infrastruktur bidang PU.
Sementara itu, Dmitrii Belous Chief International Officer of Zotov LLP menyampaikan bahwa Zotov merupakan perusahaan teknologi internasional yang mendukung transformasi digital di industri konstruksi sebagai pemasok resmi platform BIM di pasar internasional, sekaligus menyediakan layanan dukungan teknologi BIM di seluruh proyek konstruksi.
Dalam presentasi produknya, Zotov LLP menampilkan pemanfaatan ekosistem solusi digital konstruksi berbasis BIM, khususnya Larix Nexus sebagai Common Data Environment (CDE) dan pengerjaan modelling, dan Plan-R sebagai platform project management serta high-level project portfolio monitoring, yang dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan Kementerian PU.
Selain itu, Zotov LLP memiliki BIM University yang merupakan salah satu platform pusat pelatihan (training center) BIM yang berada di bawah naungan Zotov. BIM University menyediakan program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga profesional untuk BIM, termasuk fasilitasi sertifikasi ISO 19650.
Ke depan, penguatan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital sektor konstruksi. Transformasi tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga peningkatan kualitas tata kelola, pemanfaatan teknologi, dan profesionalisme SDM konstruksi.



