Kementerian PU Dorong Kolaborasi dengan PT Propan ICC untuk Dukung Infrastruktur Ramah Lingkungan

Tangerang, DJBK – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) terus memperkuat kolaborasi dengan industri material dan peralatan konstruksi dalam negeri. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kunjungan pabrik (factory visit) ke PT Propan Raya ICC dilaksanakan pada Senin (20/10) di Tangerang, Banten, dan diikuti oleh sekitar 50 pegawai dari berbagai unit organisasi Kementerian PU, antara lain DJBK, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Direktorat Prasarana Strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bina Konstruksi Boby Ali Azhari menegaskan pentingnya penggunaan Material dan Peralatan Konstruksi (MPK) dalam negeri untuk mendukung kemandirian industri serta memperkuat rantai pasok nasional.

“Salah satu strategi pembangunan infrastruktur nasional adalah meningkatkan penggunaan MPK dalam negeri agar setiap infrastruktur yang dibangun memberi nilai tambah bagi industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor,” ujar Boby Ali Azhari.

Selain menekankan pentingnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Kementerian PU juga berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur ramah lingkungan melalui penerapan Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat reformasi kebijakan TKDN, mendorong kolaborasi global dalam menghadapi perubahan iklim, serta mendukung transisi menuju energi hijau.

“Pembangunan infrastruktur nasional tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri seperti PT. Propan sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Dirjen Bina Konstruksi Boby Ali Azhari juga memberikan apresiasi kepada PT Propan Raya ICC yang dinilai menjadi contoh nyata penerapan TKDN dalam sektor manufaktur cat dan kimia bangunan. Dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 ton per tahun, Propan berkontribusi besar dalam penyediaan bahan pelapis dan cat untuk proyek-proyek infrastruktur nasional seperti Jembatan Merah Putih di Prov. Maluku, Jembatan Ampera di Prov. Sumatera Selatan, dan Jembatan Pulau Balang, di Prov. Kalimantan Timur.

Sementara itu, CEO PT Propan ICC, Kris Rianto Adidarma, menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Kementerian PU ke tiga pabrik PT Propan ICC di Tangerang. Ia menegaskan komitmen Propan untuk terus mendukung pengembangan inovasi, teknologi, dan sumber daya manusia di bidang material dan peralatan konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kemitraan strategis antara Kementerian PU dan para pemangku kepentingan di bidang konstruksi, diharapkan dapat tumbuh ekosistem industri material konstruksi nasional yang inovatif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.(dri)

SEBARKAN ARTIKEL INI!