
Di tengah kondisi anggaraan yang cukup dinamis dengan adanya efisiensi anggaran Direktorat Jenderal Bina Konstruksi perlu melakukan penetapan taget kinerja secara cermat dan proposional terhadap alokasi anggaran yang tersedia. Untuk itu, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi mengadakan Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Tahun 2025, pada Jumat (18/07) di Kantor Kementerian PU Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari menyampaikan target kinerja perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian sesuai dengan pertimbangan yang matang dan dapat di pertanggungjawabkan. “Jangan sampai adanya penambahan target perjanjian kerja (PK) tanpa penambahan anggaran, akan menimbulkan pertanyaan konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan. Sehingga seluruh perubahan taget PK harus disusun dengan pertimbangan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.” Ungkap Dirjen Bina Konstruksi Boby Ali Azhari
Fokus utama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi di TA 2025 adalah memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga sesuai dengan rencana sebelumnya. Jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat berdampak pada output kinerja seperti pemotongan anggaran perjalanan dinas yang sudah direncanakan dalam kegiatan sebelumnya. Balai-balai Direktorat Jenderal Bina Konstruksi harus menjadi perhatian, sebab perlu melakukan penyesuaian antara beban tugas dan alokasi anggaran yang tersedia. Kebijakan pelatihan yang dilakukan Balai Jasa Konstruksi sangat mungkin mengalami perubahan, karena menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
Perubahan dapat mencakup target peserta, jenis pelatihan, maupun pendekatan pelaksanaan. Prinsip dasarnya adalah pelatihan ditujukan untuk seluruh Masyarakat Indonesia, sehingga jangan sampai pelaksanaan pelatihan justru terhambat oleh kebijakan internal yang terlalu kaku atau tidak adaptif terhadap perubahan. Pemantauan dan pengendalian pelatihan sangat diperlukan mengingat masing-masing wilayah Balai Jasa Konstruksi memiliki kondisi lapangan yang berbeda. Sehingga kedepan Direktorat Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi harus dapat melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pelatihan yang dilakukan BJKW apakah sudah sesuai dengan kebutuhan pasar di masing-masing daerah.
“Seluruh Balai Jasa Konstruksi Wilayah saat ini diharapakan dapat memetakan kondisi para peserta pelatihan. Dimana saja mereka bekerja saat ini, serta mencaritahu dampak pelatihan apakah bisa meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan mereka dari sebelumnya, apakah pelatihan mampu meningkatkan kualitas SDM dan Mutu di lapangan pekerjaan. Serta apakah pelatihan yang diberikan sudah cocok dengan kondisi pekerjaan di wilayah masing-masing.” Tegas Boby Ali Azhari Direktur Jenderal Bina Konstruksi
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari menyampaikan pesan kepada seluruh Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi untuk dapat melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksaan e-katalog. Pembina pelaksanaan e-katalog dan pemantauan keterlibatan dan kinerja pokja sebagai tim teknis e-katalog. Pelaksanaan e-katalog dan tender cepat pastikan betul-betul tidak ada mark up dan menggunakan harga pasar, baik pada item pekerjaan di e-katalog maupun saat penyusunan HPS. Tender cepat di Ditjen Prasarana Strategis memastikan sudah terdapat penyedia jasa yang telah terkualifikasi dalam SIKaP upayakan durasi <10 hari. Rotasi pokja, menjadi salah satu ruang terbuka bagi para pokja yang ingin mengajukan pindah domisili. Namun dengan memperhatikan kebutuhan organisasi dan kapasitas masing-masing wilayah. Pokja senior dan berprestasi dapat memiliki peluang untuk bisa bekerja di kantor pusat. Direktorat Pengadaan Jasa Konstruksi harus segera melakukan sosialisasi prosedur tender cepat kepada Kepala Balai dan Pokja serta informasi tentang kompetisi mini pokja bisa menjadi salah satu mencari pokja pontensial dan berprestasi, sebagai awarding terhadap komitmen dan kinerja yang baik sebagai pokja.
“Keterbatasan anggaran diharapkan tidak menjadi kendala untuk tetap bekerja baik dan amanah dimanapun penempatan tugas. Sebab risiko akan selalu ada, namun integritas dan kerja yang professional kita dapat meminimalkan dampaknya.” Tutup Boby Ali Azhari kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Serta seluruh Kepala Balai dan Koordinator Tim Kerja Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.



