
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum menyelenggarakan Rapat Pembahasan Isu Strategis Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Tahun Anggaran 2026 pada Jumat (8/5) dipimpin oleh Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pelaksanaan pembinaan konstruksi Tahun Anggaran 2026 sekaligus memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program pembinaan jasa konstruksi di Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Indro Pantja Pramodo menekankan pentingnya efektivitas pelaksanaan program pembinaan konstruksi di tengah dinamika penyesuaian anggaran tahun 2026.
Berdasarkan paparan progres anggaran per 7 Mei 2026, capaian progres keuangan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi tercatat sebesar 30,92% dengan progres fisik mencapai 30,94%. Sementara itu, nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Triwulan I TA 2026 Direktorat Jenderal Bina Konstruksi mencapai 95,20 dengan kategori “Sangat Baik”.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah isu strategis pembinaan jasa konstruksi TA 2026, di antaranya penyesuaian regulasi dan penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa, pengembangan dan integrasi sistem informasi, peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, transformasi digital layanan jasa konstruksi, hingga penguatan pengawasan internal dan pembangunan Zona Integritas. Selain itu, turut dibahas langkah percepatan penyelesaian berbagai pending matters pada masing-masing direktorat serta optimalisasi peran Balai dan BP2JK dalam mendukung pelaksanaan pembinaan konstruksi di daerah.
Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi juga menegaskan bahwa pelaksanaan pembinaan konstruksi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan infrastruktur nasional. Sejalan dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum, pelaksanaan program dan kegiatan di Direktorat Jenderal Bina Konstruksi diharapkan tidak hanya berorientasi pada serapan anggaran, namun juga pada kualitas hasil pembangunan, penguatan integritas, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia jasa konstruksi. Melalui forum ini, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara unit kerja dalam menghadapi tantangan serta mendukung pelaksanaan pembinaan jasa konstruksi yang adaptif, efektif, dan akuntabel pada Tahun Anggaran 2026. (*TA)


