Melalui Kegiatan PKT, Dirjen Bina Konstruksi Optimis Kualitas TKK Meningkat

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor meningkatnya peran sektor konstruksi terhadap perekonomian Indonesia. Data BPS (2025) menunjukkan bahwa sektor konstruksi, dengan kontribusi sebesar 10,43% dari PDB pada Triwulan IV/2024 dan tingkat pertumbuhan sebesar 5,81% year-on-year, memiliki peranan strategis sebagai kontributor terbesar ke-4 sebagai penggerak ekonomi Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menjalankan visi  dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dengan Visi yaitu ’Bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045’ mempunyai komitmen yang dikenal dengan PU 608, yaitu Efisiensi Investasi Infrastruktur melalui peningkatan produktivitas sehingga nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) < 6, pengentasan kemiskinan menuju 0% melalui penyediaan infrastruktur dasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun.

Pada tahun anggaran 2026, program pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat tersebut tetap akan dilanjutkan dan semakin meningkat baik dari sisi lokasi, penerima manfaat maupun sisi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK).

“Penyelenggaraan jasa konstruksi di daerah oleh TKK jenjang Ahli dari SDM Vokasional bidang konstruksi di pemerintah daerah menjadi penting” ujar Dirjen Boby Ali Azhari dalam sambutannya pada kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Kompetensi TKK Ahli SDM Vokasional Bidang Konstruksi di Universitas Fajar dan Universitas Bosowa Kota Makassar serta di STT Baramuli Kab. Pinrang (20/4).

Sesuai amanat dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi khususnya Pasal 70 ayat 1 dan ayat 2, bahwa pemerintah bertanggung jawab melakukan pembinaan jasa konstruksi, termasuk peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Pelaksanaan kegiatan ini juga merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 54/SE/Dk/2024 tentang Pemberian Kompetensi Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi bagi lulusan dan/atau calon lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik, dan/atau Perguruan Tinggi Bidang Konstruksi.

“Saya percaya dan yakin bahwa peserta yang telah dinyatakan lolos persyaratan mengikuti kegiatan ini, dianggap mampu untuk menerima ilmu yang diberikan dan mampu mengaplikasikannya sesuai dengan jabatan kerja yang disertifikasi, untuk mendukung peningkatan kualitas SDM konstruksi dan mendongkrak daya saing infrastruktur” pungkas Dirjen Boby yang hadir secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri secara daring oleh Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi serta secara luring oleh Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Rektor Universitas Fajar Makassar, Universitas Bosowa, Kepala STT Baramuli Pinrang, serta peserta kegiatan PKT dan sertifikasi program vokasional. (*Ji)

SEBARKAN ARTIKEL INI!