Kementerian PU Dorong Implementasi Smart Engineering pada World Engineering Day 2026

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi inovasi konstruksi berkelanjutan pada ajang The Main Celebration Event of the World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026 yang digelar di Balai Kartini Jakarta, 3–5 Maret 2026.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan dibuka oleh Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta didampingi oleh Ketua PII Ilham Akbar Habibie, selaku tuan rumah.

Menteri Koordinator AHY menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan forum internasional ini. “Saya menyambut ini dengan gembira dan mendorong PII untuk terus aktif berperan sebagai jembatan kolaborasi, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan industri terkait,” kata AHY. Menurutnya, pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan yang cermat, pendanaan yang kredibel, dan pelaksanaan yang profesional untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa “Keberlanjutan harus diintegrasikan sejak awal dalam setiap proses perencanaan pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang diwakilkan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari hadir berpartisipasi pada High level Panel 1. Beliau menekankan pentingnya mengarusutamakan inovasi ke dalam kebijakan dan program nasional. “Dengan adanya dinamika dan tantangan global saat ini seperti climate change, supply-chain crisis, urbanization, energy and cyber insecurity), pemanfaatan inovasi teknologi menjadi kunci untuk menjawab semua tantangan tersebut”. Menurutnya, para Insinyur mempunyai peran penting terlibat dalam pembangunan infrastruktur dalam mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam penyusunan standar dan desain yang lebih tangguh, pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang berkelanjutan, serta perkuatan sistem manajemen aset infrastruktur agar dapat meningkatkan kualitas dan memperpanjang siklus hidup infrastruktur.

Beliau turut menyampaikan bahwa infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga fondasi ketahanan nasional yang mencakup ketahanan air, pangan, dan energi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan regulasi konstruksi berkelanjutan serta penerapan Building Information Modeling (BIM) hingga tingkat 6D – Dimensi Keberlanjutan (mencakup analisis energi, efisiensi bangunan, penggunaan material ramah lingkungan, perhitungan siklus hidup / Life-Cycle Analysis). Sebagai penutup, Beliau juga menegaskan bahwa transformasi sektor konstruksi hanya dapat terwujud melalui kompetensi dan integritas para insinyur. “Kita harus menyiapkan kompetensi para Insinyur sebagai aktor penggerak inovasi dan implementasi teknologi dengan tetap mengedepankan integritas dan etika profesi yang dimiliki, “ ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Federasi Organisasi Teknik Dunia (WFEO), Dr. Seng Chuan Tan dari Singapura, Minister of National Housing and Social Amenities of the Republic of Zimbabwe Prof. Paul Mavima serta perwakilan UNESCO, World Federation of Engineering Organizations (WFEO), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). (*TA)

SEBARKAN ARTIKEL INI!