Dukung Capaian Sasaran Strategis Secara Berkelanjutan dan Berintegritas, Ditjen Bina Konstruksi Selenggarakan Evaluasi Tingkat Efektivitas Penerapan Manajemen RisikoUPR T-2 TA 2025

Bogor – Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Direktorat Kepatuhan Intern melaksanakan Evaluasi Tingkat Efektivitas Penerapan Manajemen Risiko UPR T-2 TA 2025 pada Senin (9/2/2026) di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Citereup, Kab. Bogor. Kegiatan ini untuk memberikan gambaran kinerja Direktorat Jenderal Bina Konstruksi TA 2025 serta potret penerapan manajemen risiko di unit kerja Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, sekaligus arah dan fokus strategis pelaksanaan program TA 2026.

“Kegiatan strategis Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk memperkuat ekosistem jasa konstruksi, antara lain optimalisasi sistem informasi jasa konstruksi terintegrasi, pembinaan PBJ, pembinaan usaha jasa konstruksi kecil dan menengah lokal, peningkatan kompetensi dan produktivitas TKK, penguatan keselamatan dan keberlanjutan konstruksi, serta pembinaan kepatuhan intern dan manajemen risiko” ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi Boby Ali Azhari.

Pada TA 2025, penerapan manajemen risiko telah dilaksanakan di Direkorat Jenderal Bina Konstruksi. Penerapan Manajemen Risiko pada TA 2025 berperan strategis dalam menjamin setiap program direncanakan secara realistis, dikendalikan secara sistematis, dan dieksekusi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ke depan, manajemen risiko diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan berfungsi sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan pimpinan.

Pelaksanaan kegiatan Evaluasi Tingkat Efektivitas Penerapan Manajemen Risiko UPR T-2 Tahun Anggaran 2025, bukan hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen pengendalian untuk memastikan bahwa seluruh proses bisnis di Direktorat Jenderal Bina Konstruksi berjalan terkendali, akuntabel, dan berorientasi hasil.

“Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada penilaian, tetapi menjadi dasar perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis Direktorat Jenderal Bina Konstruksi secara berkelanjutan dan berintegritas”, ungkap Dirjen Boby dalam arahannya.

SEBARKAN ARTIKEL INI!