
Ditjen Bina Konstruksi adalah salah satu pemegang peranan penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan konstruksi. Visi besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagaimana tercantum dalam Renstra 2025–2029 adalah “Terwujudnya Indonesia Maju dalam Mendukung Pondasi Emas 2045 melalui Penyelenggaraan Infrastruktur Pekerjaan Umum yang Andal dan Berkelanjutan.”
Visi ini diwujudkan melalui sasaran utama PU608: efisiensi investasi dengan target ICOR ≤ 6; pengentasan kemiskinan menuju 0% melalui penyediaan infrastruktur dasar yang merata dan penyerapan tenaga kerja; serta pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun melalui percepatan pembangunan infrastruktur prioritas dan swasembada pangan.
“Dalam rangka mendukung target besar tersebut, kita semua harus memastikan bahwa kelembagaan di pusat maupun daerah siap melaksanakan tugasnya” ujar Dirjen Bina Konstruksi, Boby Ali Azhari dalam sambutannya pada pembukaan rangkaian kegiatan Ditjen Bina Konstruksi yang diselenggarakan secara hybrid di Surabaya pada 17-19 September.
Adapun rangkaian kegiatan Ditjen Bina Konstruksi terdiri dari Sosialisasi Penilaian Kinerja dan Pendampingan OPD Suburusan Jasa Konstruksi, Uji Sertifikasi Jenjang 6 bagi 150 Lulusan Perguruan Tinggi Bidang Konstruksi pada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Uji Sertifikasi Jenjang 5 dan 6 bagi 363 Lulusan/Calon Lulusan Perguruan Tinggi Bidang Konstruksi pada 4 Universitas/Perguruan Tinggi di Malang antara lain Universitas Negeri Malang, Universitas Merdeka Malang, Politeknik Negeri Malang, dan Institut Teknologi Nasional Malang, serta Workshop Pembinaan dan Pengelolaan Jabatan Fungsional Pembina Jasa Konstruksi. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan workshop dan penyegaran kepada kepala subbagian tata usaha, petugas pengelola keuangan, Kehumasan, protokoler, serta analisa jabatan dan analisa beban kerja di lingkungan Ditjen Bina Konstruksi
Uji Sertifikasi yang dilaksanakan di Surabaya diikuti oleh 150 peserta dan Uji Sertifikasi yang dilaksanakan bersama 4 Universitas/Perguruan Tinggi di Malang diikuti oleh 363 peserta.
“Jika kita perhatikan, seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Surabaya ini meskipun substansinya beragam, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia jasa konstruksi guna mendukung pencapaian target besar DJBK dan memperkuat sektor jasa konstruksi” pungkas Dirjen Boby menutup sambutannya. *(Ji)



