
Bogor – Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Komite Keselamatan Konstruksi menyelenggarakan Rapat Finalisasi Penetapan Pedoman Penyusunan Analisis Keselamatan Konstruksi (AKK) untuk pekerjaan erection PCI girder pada Jumat (24/4).
Direktur Jenderal Bina Konstruksi selaku Ketua Komite Keselamatan Konstruksi, Boby Ali Azhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pekerjaan erection PCI girder merupakan salah satu pekerjaan konstruksi dengan tingkat risiko tinggi, sehingga memerlukan pedoman yang komprehensif dan aplikatif.
“Penyusunan pedoman ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan konstruksi, khususnya dalam pekerjaan erection girder yang memiliki kompleksitas dan risiko tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sebelumnya telah diterbitkan Standar Pelaksanaan Pemasangan Gelagar Jembatan Beton Pratekan Tipe-I (PCI Girder) pada akhir tahun 2024 yang telah banyak digunakan oleh para penyedia jasa. Standar tersebut juga telah melalui proses pembahasan dan penyempurnaan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kontraktor pelaksana, aplikator, dan precaster.
Dalam rapat finalisasi ini, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan dokumen Analisis Keselamatan Konstruksi (AKK) yang merupakan bagian dari Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK). Dokumen AKK dinilai masih memerlukan keseragaman, baik dari sisi format yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), maupun dari sisi substansi yang disesuaikan dengan metode pekerjaan erection girder.
Pedoman AKK yang difinalisasi mencakup tiga metode utama pelaksanaan erection PCI girder, yaitu metode crane, launcher gantry, dan portal gantry. Ketiga metode tersebut telah melalui serangkaian proses konsensus yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesesuaian dengan kondisi di lapangan.
Ditjen Bina Konstruksi mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta, khususnya para praktisi dari BUMN karya, agar pedoman yang dihasilkan dapat bersifat aplikatif dan mampu meningkatkan standar keselamatan dalam pelaksanaan konstruksi.
Sebagai penutup, Direktur Jenderal Bina Konstruksi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan pedoman ini. Ia berharap, pedoman AKK pekerjaan erection PCI girder yang telah difinalisasi dapat menjadi acuan dalam mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, serta mendukung tercapainya target zero accident di sektor konstruksi nasional. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri PU Bidang Manajemen Proyek, Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi, perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga, para anggota Komite Keselamatan Konstruksi serta perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya dan asosiasi terkait.*TA


