
Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan instalasi pengolahan air bersih, memiliki peran penting sebagai fondasi kehidupan masyarakat modern karena tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang efektif, efisien, dan berkelanjutan, Kementerian PU mendorong penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan proyek infrastruktur. Selain itu, teknologi telah mengubah wajah pembangunan infrastruktur, dari metode manual di masa lalu menjadi berbasis teknologi mutakhir seperti simulasi berbasis AI, penggunaan drone, hingga algoritma kecerdasan buatan yang mampu memprediksi retakan jembatan. Teknologi kunci masa depan pembangunan infrastruktur dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kementerian PU sebagai ujung tombak pembangunan infrastruktur nasional, terus berupaya mendorong pemanfaatan teknologi konstruksi yang ramah lingkungan seperti sistem informasi layanan digital menjadi terobosan penting untuk mengawasi secara ketat perkembangan proyek secara real-time, pemanfaatan Internet of Things (IoT) seperti Fleet Management, Smart Building, Smart Water Management, Smart Road & Traffic Managamenet System di IKN, serta penerapan Digital Twins yang merupakan replika digital dari objek fisik di dunia nyata yang selalu terhubung dan diperbarui secara real time melalui data dari sensor atau sistem lainnya.
“Selain itu, dalam penyelenggaraan jasa konstruksi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang 2 Tahun 2017, Kementerian PU dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Konstruksi diberi amanat untuk membangun Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang disebut Sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi (SIJKT)” ucap Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Boby Ali Azhari yang hadir mewakili Menteri Pekerjaan Umum pada Grand Seminar Nasional Civil Expo 2025 Universitas Mercu Buana di Jakarta (7/8). Hal ini dimaksudkan untuk menjawab berbagai isu strategis di bidang pembinaan dan pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi, seperti adanya kesalahan maupun duplikasi data, data tidak terstandarisasi, kebutuhan percepatan penyelenggaraan konstruksi, dan banyaknya fraud yang terjadi terkait penggunaan data.
“Sesungguhnya adaptasi teknologi dalam sektor konstruksi bukan semata-mata aplikasi, dan database, melainkan suatu transformasi yang menjadikan infrastruktur lebih adaptif dan efisien, yang juga dapat memainkan peran strategis dalam mengoptimalkan konsumsi energi, mengurangi emisi menuju net zero emission, serta mendukung target keberlanjutan” tegas Dirjen Boby menutup sambutannya. Acara Grand Seminar Nasional Civil Expo 2025 Universitas Mercu Buana diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana dan mengangkat tema “Harnessing Agility and Adaptibility through Technology to Shape The Future of Sustainable Infrastructure”.



