0
0
0
s2sdefault

WhatsApp Image 2021 06 10 at 09.05.54

 

Jakarta – Plt. Dirjen Bina Konstruksi Trisasongko Widianto  membahas Progres Capaian 2021 dan Rencana Kerja 2022 Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dalam Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI pada hari Rabu. (09/6/2021). Aloksi anggaran untuk Ditjen Bina Konstruksi sebesar 600 miliar yang akan dipergunakan untuk kegiatan diantaranya, Pembinaan Pengadaan Jasa Konstruksi, Pembinaan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi, dan Pembinaan Sistem Keselamatan Konstruksi.

Plt. Dirjen Bina Konstruksi menyampaikan bahwa per 4 Juni 2021, progres keuangan Ditjen Bina Konstruksi untuk progres keuangan sebesar 33,31% dan fisiknya 33,31% ini berada diatas progres dari Kementerian PUPR pada tanggal 4 Juni 2021 untuk progres keuangan sebesar 32,22% dan fisiknya 32,60%.

Sesuai amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat 2 Peraturan Pemerintah yang terkait dengan Pembinaan Konstruksi yaitu PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ditjen Bina Konstruksi telah melakukan sosialisasi bersama dengan anggota DPR RI pada bulan April – Mei 2021, yaitu di Provinsi DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat, dan sehingga Ditjen Bina Konstruksi mengajak anggota DPR RI lainnya untuk ikut serta melakukan sosialisasi pada bulan Juni – Oktober 2021 yang mendatang di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi,, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,, Sulawesi Utara, Papua dan Papua Barat.

“Untuk Tenaga Kerja Konstruksi, dilaporkan bahwa Ditjen Bina Konstruksi telah melakukan pembinaan pelatihan dari target 5.334 orang, sudah terealisasi 1.490 orang, dan Ditjen Bina Konstruksi juga mengajak kepada seluruh anggota DPR RI untuk ikut serta dalam pelaksanaan pelatihan di daerah pemilihan masing-mamsing”, lanjut Plt. Dirjen Bina Konstruksi.

Sejauh ini pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi TA 2021 telah dilaksanakan dibeberapa provinsi, seperti Aceh, Jambi, Palembang, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, dengan realisasi pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi TA 2020-2021 untuk ahli dan terampil sebnayak 152.995 orang, dengan TKK Reguler sebanyak 70.055 orang dan TKK Vokasi 82.940 orang.

Sementara untuk progres pengadaan barang/jasa terdapat paket sebanyak 5.199 paket terdiri dari jasa lainnya dan barang sebanyak 271 paket, jasa konsultasi sebanyak 2.366 paket, dan pekerjaan konstruksi sebanyak 2.562 paket, dan per Juni 2021 paket yang telah seleai mencapai 4.035 paket, dimana terjadi inflasi jumlah paket tender yang terselesaikan dibandingkan Juni tahun 2020 lalu yaitu hanya 3.049 paket, 

Untuk lelang dini TA 2022 Ditjen Bina Konstruksi telah mempunyai timeline dengan target akan dimulai pada bulan September, dengan harapan pada bulan Januari sudah bisa mulai progres kerja.

Selain itu juga Ditjen Bina Konstruksi melakukan pelatihan capacity building kepada para Pokja dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam melakukan evaluasi dalam penawaran-penawaran dibawah 80% ini mulai dilaksanakan pada bulan April – Juni yang di pulau Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Juga dilaporkan rencana kerja TA 2022 dari total pagu indikatif sebesar 600 miliar, terdiri dari 2 porgram yaitu Program Dukungan Manajemen sebanyak 524,9 miliar dan Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebanyak 75,1 miliar, serta target pembinaan tenaga kerja konstruksi TA 2022 sebanyak 81.200 orang, yang terdiri dari reguler sebanyak 31.200 orang dan vokasional sebanyak 50.000 orang.

Ketua Komisi V DPR RI Lazarus menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI terdapat sejumlah permasalahan yang perlu perhatian, seperti di Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, yaitu perlu peningkatan penyedia jasa konstruksi lokal terutama untuk proyek strategis di daerah.

Turut hadir mendampingi Plt. Dirjen dalam rapat tersebut antara lain Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi, Dewi Chomistriana, Plt. Direktur Pengadaan Jasa Konstruksi, Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Putut Marhayudi, Direktur Kelembagaan Dan Sumber Daya Konstruksi, Nicodemus Daud, dan Direktur Kompetensi Dan Produktivitas Konstruksi, Dedy Natrifahrizal D. N., Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Kimron Manik. *

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account