0
0
0
s2sdefault

Sejak bulan Oktober 2020, Kementerian PUPR telah memulai proses pengadaan barang Jasa untuk paket tender/seleksi dini, sebagai upaya percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastrutkur Tahun Anggaran (TA) 2021. Pada TA 2021 ini, Kementerian PUPR telag melaksanakan 5.408 paket pekerjaan infrastruktur dengan total pagu pengadaan senilai Rp 107,6 Triliun.

“Kementerian PUPR berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan dengan tanggung jawab penuh serta mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan realisasi belanja dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui e-Monitoring. Selain itu juga, Kementerian PUPR terus berupaya untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). ” Ungkap Menteri PUPR saat memberikan laporan penyelenggaraan.

Hingga tanggal 15 Januari 2021, sebanyak 1.191 paket dengan nilai Rp 14,6 triliun telah selesai ditenderkan dengan rincian sebanyak 209 paket dengan nilai Rp 2,1 triliun telah selesai tender dan telah terkontrak pada bulan Desember 2020 dan sebanyak 982 paket dengan nilai Rp 12,5 Triliun telah selesai tender dan siap untuk tandatangan kontrak pada hari ini, yang dilakukan secara serentak oleh para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa dari Kantor-kantor PUPR di 34 Provinsi.

Sementara itu, Bapak Presiden RI Joko Widodo melalui virtual di Istana Kepresidenan Bogor menyampaikan arahan bahwa Kementerian PUPR mendapatkan alokasi Anggaran Tahun 2021 yang terbesar yaitu Rp 149,8 Triliun, dan mengingatkan kepada seluruh jajaran di Kementerian PUPR agar dapat memberikan dampak yang siginifikan, memberikan daya ungkit bagi ekonomi nasional, serta membuat sektor konstruksi bergeliat kembali.

“Saya ingatkan kepada seluruh jajajran Kementerian PUPR untuk terus bekerja lebih cepat untuk serba extraordinary dengan bekerja lebih cepat maka kita bisa memberikan daya ungkit pada pereknomian kita. Harapannya di kuartal ke 4 dan kuartal pertama di 2021 pertumbuhan ekonomi kita mengalami reborn atau pertumbuhan kembali sektor ekonomi nasional setelah pada kuartal kedua dan ketiga 2020 lalu mengalami penurunan.” Ucap Joko Widodo

Bapak Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian PUPR yang telah menyelesaikan  dua paket pekerjaan dengan nilai Rp 2.1 triliun dan Rp 12,5 triliun dan telah ditandatangani. Namun, sisa jumlah paket yang belum ditenderkan/dikontrakan juga cukup banyak, sehingga “Saya minta kepada Menteri PUPR beserta jajarannya untuk dapat mempercepat. Pada kuartal pertama 2021 semua paket sudah ditenderkan dan sudah ditandatangani kontraknya. Ini penting, guna mengerakan pertumbuhan ekonomi nasional kita”. Tegas Joko Widodo

“Kuncinya adalah kecepatan kita dalam bekerja, terutama pada masa pandemi saat ini banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan.  Pada proyek-proyek padat karya diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan yang banyak. Walaupun bekerja cepat dengan cara-cara smart sort cut, tapi juga harus sesuai aturan, transparan, dan outcomenya harus bener-bener jelas sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kita.” Jelas Presiden RI

Melalui sektor konstruksi bukan hanya memberikan pekerjaan bagi para tenaga kerja konstruksi tetapi juga memberikan multiplayer effect atau memberikan dampak yang luas bagi industri konstruksi seperti rantai pasok sektor konstruksi, para kontraktor, menggiatkan industri baja, semen, alat berat serta sektor informal seperti pedagang, atau kos-kosan dan sebagainya. (dri)

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account